Langsung ke konten utama

Contoh Biografi

            Sumarno, lahir di Klaten, Jawa Tengah pada 10 Mei 1964. Ia adalah anak pertama dari enam bersaudara, putra dari bapak Supono dan ibu Suharti. Ia terlahir di keluarga yang sangat sederhana, bapaknya seorang karyawan PEMDA Surakarta bagian di PEMDA, Ibunya bekerja sebagai tukang jamu keliling. Sejak kecil ia selalu bangun pagi untuk membantu ibunya menumbuk jamu (ndeplok jamu), dan membuatkan sarapan untuk adik-adiknya.
            Ketika berusia 7 tahun, ia memulai pendidikan di SDN 2 Gunting, dan lulus pada tahun 1977. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMP N 1 Wonosari dan lulus pada tahun 1980. Selepas lulus SMP ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Muhammadiyah 1 Surakarta dan lulus tahun 1983. Selanjutnya ia mencoba mendaftar universitas, ia mengikuti pendaftaran di Proyek Perintis 3 IKIP Yogyakarta (UNY) pada tahun 1983 dan lolos sebagai cadangan. Selanjutnya ditahun yang sama ia mencoba mendaftar di Proyek Perintis 4 UNS Surakarta namun gagal. Selama kekosongannya ini ia mengajar di SDN 2 Gunting selama 1 tahun. Di tahun berikutnya, yaitu 1984 ia mencoba mendaftar SIPENMARU di UNS dan gagal kembali. Lalu ia mengajar di SDN Margorejo 2 Banjarsari, Surakarta. Di tahun berikutnya ia mendaftar lagi di SIPENMARU UNS ke-2 tahun 1985 dan gagal lagi, dan untuk mengisi kesibukannya ia mengajar lagi di Taman Siswa Manahan, Surakarta. Selama mengajar di tahun ini, ia mulai menabungkan uangnya dalam bentuk cincin emas. Dan di tahun 1986 ia masuk di ASKI (Akademi Seni Karawitan Indonesia) yang sekarang adalah ISIS (Institut Seni Indonesia Surakarta).
            Selama kuliah di tahun pertama sampai semester 3 ia ikut dengan budenya, Bude Binem namanya. Kakak dari bapaknya. Ia mendapatkan beasiswa di semester 1,2,4,5,6 selama 6 bulan dan semuanya adalah beasiswa dari Supersemar. Ia berusaha mendapatkan beasiswa agar membantu perekonomian keluarganya. Di semester ke 3 ia gagal mendapatkan beasiswa. Di sini pula ia bertemu dengan Dyah Wardhani Sitoresmi yang ia nikahi pada tanggal 3 Oktober 1993. Di tahun 1996 lahirlah putri pertama mereka dan di tahun 1998 lahir putri kedua mereka yang kembar. Tepat pada bulan Juli 1998 ia dan keluarga kecilnya pindah ke Tegal dikarenakan sang istri ditugaskan di SMP N 1 Lebaksiu sebagai guru seni budaya hingga saat ini. Awal kepindahannya ia menyewa kontrakan di Dukuh Kademangan kecamatan Lebaksiu, mengontrak disana selama 2 tahun dan pindah ke Karangmoncol kecamatan Lebaksiu sampai pertengahan tahun 2000. Selama disana ia mengajar di SDN Jembayat 06 kecamatan Margasari kab. Tegal dari tahun 1999 hingga tahun 2007. Tahun 2003 ia baru lulus SI, karena kesibukannya mengusur anak dan mengurus kepindahannya. Di tahun 2007-2012 dia di pindah kerjkan di SDN Danaraja 02 kec Margasari, dan di tahun 2012 hingga sekarang dia mengajar di SDN 03 Margasari kabupaten Tegal, tahun 2015 ia lulus gelar SI PGSD di Universitas Terbuka Tegal. Dalam tahun-tahunnya selama mengajar di SD ia memperoleh keberhasilan dalam mendidik peserta didiknya dalam bidang seni tari. Ia juga mengembangkan usaha kecilnya sebagai penyewa pakaian tari dengan istrinya. Kini ia mampu menyekolahkan putri-putrinya di jenjang perguruan tinggi. Semua itu berkat kerja keras dan tidak mudah patah semangat dari dalam dirinya.

Komentar